Jumat, 28 Mei 2010

BERKEBUN EMAS

PROPOSAL INVESTASI EMAS DENGAN
“METODE BERKEBUN EMAS”

KERJASAMA DENGAN
BANK BRI SYARIAH






INVESTASI DENGAN MODAL MINIMAL, MENDAPATKAN KEUNTUNGAN OPTIMAL TANPA DIBAYANGI KERUGIAN KEHILANGAN MODAL AWAL, CARA YANG DIGUNAKAN HALAL (TIDAK MENGANDUNG RIBA) DAN SESUAI DENGAN HUKUM ISLAM
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
1. Alasan Investasi emas
Perlu Anda ketahui bahwa logam mulia merupakan salah satu instrumen investasi tertua sepanjang sejarah umat manusia. Sejak zaman dahulu, logam mulia telah menjadi alat untuk menyimpan kekayaan yang teruji dalam kurun waktu yang panjang. Apa pun masalah yang dialami suatu bangsa / negara, logam mulia: emas tetap menunjukkan keperkasaannya.
Ada anggapan bahwa bila investor sudah memiliki saham, obligasi, reksa dana dan properti maka ia telah terdiversifikasi, akan tetapi apabila logam mulia: emas dan perak, dll belum masuk dalam portofolio investasi mereka, maka mereka sesungguhnya belum benar-benar terdiversifikasi. Seorang Investor yang sukses adalah investor yang memilih secara tepat instrumen investasi unggulan, dan membeli dengan harga murah dan meraih keuntungan manakala harganya naik secara signifikan. Biarpun logam mulia belum terjangkau radar investasi pada investor kebanyakan, sesungguhnya logam mulia mempunyai potensi imbah hasil yang cukup baik di masa depan. Memang logam mulia bersifat defensif yaitu untuk melindungi Anda dari perekonomian yang memburuk. Tapi logam mulia juga bisa ofensif untuk mencari keuntungan tinggi melalui spekulasi. Memang lebih disarankan, investor menggunakan logam mulia untuk yang lebih bersifat defensif atau lindung nilai dibandingkan dengan yang infensif.
Belakangan ini, popularitas logam mulia kembali menanjak ditandai dengan naiknya harga logam mulia yang tinggi, dimana mata uang dollar dalam keadaan turun. Sebagian dari mata uang tersebut bahkan mencapai titik terendah sepanjang sejarahnya. Terlebih lagi, pemburukan ekonomi yang terjadi di sejumlah negara di dunia membuat performa logam mulia seperti emas menjadi makin menggila harganya. Maka dari itu, dikala keadaan ekonomi memburuk, tidak menentu, alangkah baiknya Anda mendiversifikasi investasi Anda ke dalam logam mulia, terutama emas batangan.

Perlu Anda ketahui, Uang berdasarkan bentuknya bisa dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain yaitu:
• Uang Fiat. Kategori bentuk uang yang termasuk uang fiat memiliki sifat dimana nilai nominalnya jauh lebih tinggi dari bahan pembuat uangnya. Jadi bentuk uang tersebut ditetapkan oleh pemerintahan negera sebagai alat tukar uang sah dalam berbisnis. Untuk memperjelasnya, uang lembaran Rp100.000,- (seratus ribu rupiah) dapat ditukarkan / dibelikan barang dengan nilai setara Rp.100.000,- tapi bila kita lihat bahan pembuat uangnya tidak bernilai seperti itu. Uang kertas dengan nominal yang lain, nilai zat pembuatnya mungkin sama, namun nilai nominalnya berbeda sesuai dengan angka nominal yang tercantum diatasnya.

• Uang komoditas. Uang bentuk ini memiliki ciri yaitu nilai nominal yang tercantum didalamnya memiliki nilai yang sama dengan intrinsiknya, bila dilihat dari bahan pembuatnya. Jenis uang komoditas ini contohnya emas dan perak, yang dulu digunakan sebagai alat tukar dan bertransaksi bisnis, dimana nilainya sama dengan nilai yang tertera pada uang tersebut. Tentunya uang komoditas dengan nilai nominal lebih kecil memiliki berat yang juga kecil dan uang komoditas dengan nilai yang besar memiliki berat yang lebih besar.

• Uang likuid hampir sempurna. Bentuk uang ini merupakan aset yang dapat dijadikan sebagai nilai tukar uang namun tidak semua pelaku bisnis mau menerimanya karena harus ditukar lebih dahulu. Contoh yang paling mudah adalah uang dalam bentuk cek bank.

Ya, penjelasan ketiga bentuk uang diatas semoga bisa membantu pemahaman Anda tentang bentuk uang.

2. Mengenal Logam Mulia
Seperti kita ketahui dari beberapa jenis logam mulia, emas merupakan logam mulia yang paling banyak dicari dan digemari. Karena emas selain bisa digunakan sebagai sarana investasi dan lindung nilai harta Anda dari pengaruh inflasi, emas pun bisa digunakan sebagai perhiasan (dipakai). Dan untuk memulai membeli emas, tentunya Anda harus mengetahui tujuan Anda dalam membeli emas tersebut, apakah untuk investasi atau untuk dipakai?. Bila untuk investasi belilah emas batangan atau emas koin, dan bila untuk dipakai tentunya beli emas perhiasan yang Anda sukai. Lalu bagaimana tips cerdas membeli emas batangan, emas perhiasan dan emas putih? Bisa Anda baca tips berikut:
Tips Cerdas Dalam Membeli Emas Batangan, Emas Perhiasan dan Emas Putih
a. Pertama lihat kurs harga emas saat ini
Tentunya sebelum membeli emas, Anda bisa mengecek berapa harga emas pasaran hari ini, bisa melalui surat kabar, website Harga-Emas.com, website pegadaian di Pegadaian.co.id ada menu dihalaman utamanya tentang harga emas sekarang, bertanya ke toko emas atau menghubungi bagian penjualan PT.Logam Mulia yang merupakan divisi dari PT. Antam Tbk – produsen emas di Indonesia, pada tiap hari kerja senin sampai jumat di logammulia.com. Dan bila Anda membeli emas hari sabtu atau minggu tentunya Anda bisa mencari informasi patokan harga emas hari jumat sorenya.
b. Perhatikan keadaan emas yang Anda beli
Bila yang Anda beli adalah emas perhiasan untuk dipakai, tentunya Anda bisa memilih model yang disukai dan juga perhatikan keadaan perhiasan emasnya, masih bagus atau ada cacatnya.
Bila yang dibeli perhiasan emas yang ada permatanya, perhatikan permatanya apakah ada cuil, goresan dan lainnya, karena tentunya bila Anda menjualnya kembali, toko emas akan mengeceknya dahulu dan mempengaruhi harga jualnya.
Bila yang dibeli adalah bentuk gelang dan kalung, pilihlah kunci gelang atau kunci kalung yang buatan mesin, yaitu yang berbentuk hurus S atau disebut dengan toogle. Sedangkan kunci yang buatan tangan biasanya bentuknya pencet-pencetan dan terkadang menjadi lemah bila sudah sering dipakai (buku tutup) dan sudah berumur lama.
Dan lihat juga tampilan emasnya, belilah emas yang bersih sekali, karena kadang-kadang ada warna hijau pada pori-pori bagian tertentu. Mungkin saja toko penjual perhiasan bilang ini adalah hal biasa, tapi sebenarnya tidak, emas ini belum dicuci dengan benar. Di emas tersebut masih tertinggal sisa kimia yang bisa menyebabkan alergi pada kulit orang pemakainya, yang menyebabkan gatal-gatal, dll.
c. Tanyalah Kadar kemurnian Emasnya
Berikut adalah Kadar kemurnian Emas menurut standar internasional:
1) Emas 24 karat adalah emas murni (99.99%)
2) Emas 22 karat memiliki komposisi 91.7% emas dan dicampur bahan lain 8.3%, biasanya bahan perak
3) Emas 20 karat memiliki komposisi 83.3% emas
4) Emas 18 karat memiliki komposisi 75% emas
5) Emas 16 karat memiliki komposisi 66.6% emas
6) Emas 14 karat memiliki komposisi 58.5% emas dan emas 9 karat memiliki komposisi 37.5% emas.
Tapi karena kita tinggal di indonesia, standar kadar emas di toko emas di indonesia agak berbeda. Emas 24 karat adalah 90% emas, Emas 23 karat adalah 70% emas, emas 22 karat adalah 40% emas dan yang lainnya.
Bisa dilihat ada selisih karat yang jauh berbeda. Sistem jual beli emas di pasar kita (pasar tradisional – toko emas) memang cukup memprihatinkan karena tidak ada sistem dan standar yang menjadi konsistensi harga, berat maupun kadarnya.
Lalu bagaimana dengan membeli emas putih? Emas putih merupakan emas murni yang dicampur bahan logam lain yang memiliki kadar yang berbeda-beda, biasanya hingga 70%. Ada yang bilang emas putih itu adalah platinum, tapi karena harga platinum mahal sekali, maka di indonesia jarang sekali yang menjualnya.
Nah pilihanya, bila tujuan Anda adalah investasi, belilah emas batangan atau koin emas yang berstandar international dan pastikan ada sertifikatnya. Lihat contoh pada gambar.

Lalu dimana tempat untuk membeli emas batangan dengan kadar 99.99% bersertifikat? Anda bisa membelinya diprodusennya PT.Logam Mulia – divisi penjualan emas PT.Antam Tbk, bisa dilihat melalui websitenya logammulia.com atau bisa melalui Tempat Pegadaian, dan juga toko-toko emas yang menjualnya.
d. Simpan nota pembelian emasnya karena akan diperlukan bila akan dijual kembali.
Hal ini dikarenakan tidak semua pembeli emas, baik dijual ditoko atau ditempat lainnya, ahli dalam menentukan kadar emas tersebut. Karena untuk mengecek kadar emas memerlukan waktu dan teknologi yang belum tentu tersedia di tempat Anda menjualnya. Dan bila mungkin, jual-lah emas kembali di tempat Anda membelinya, karena tentunya akan lebih mudah dan tidak ada banyak pertanyaan seputar emasnya.
Nah berapakah nilai emas saat dijual? Tergantung dimana Anda menjualnya, bila di Pegadaian mereka menggunakan Berkebun Emas, maka emas Anda hanya dinilai hingga 90% dari kurs beli pegadaian saat itu. Bila ditoko emas, biasanya dipotong Rp.5000/gram dari harga beli. Dan bila di PT.Logam Mulia – Divisi penjualan emas PT.Antam.Tbk, Anda bisa melihat di website logammulia.com untuk harga beli kembali per-gramnya.
Bagi masyarakat di Indonesia, seharusnya berinvestasi dalam emas lebih diperhatikan dibandingkan investasi lainnya dikarenakan perekonomian indonesia sering kali rentan terhadap krisis. Begitu terjadi krisis, nilai rupiah anjlok dan sebagai besar masyarakat akan kehilangan daya beli dan menurun kesejahteraannya. Secara struktural, ekonomi indonesia cukup rawan terhadap inflasi. Selalu saja ada alasan untuk menaikkan harga barang-barang pokok. Pemerintah bisa menaikkan BBM, dan pengusaha bisa menaikkan harga barang dan jasa, dan akibatnya rupiah selalu jadi kehilangan nilainnya.
Sebagai contoh berapakah nilai satu dollar AS terhadap rupiah? Jawabannya adalah bukan Rp.10.000,- melainkan Rp.1.000.000,- sebab pada tahun sekitar 1960-an, pemerintah pernah melakukan pemotongan nilai rupiah dari Rp.1000,- ke Rp.1. Kebijakan saat itu menghancurkan daya beli masyarakat, tetapi tetap ditempuh pemerintah untuk menyeimbangkan kembali perekonomian makro.

Karena itu, penting sekali bagi kita untuk melindungi nilai kekayaan yang sudah dikumpulkan, kalau tidak ingin menghabiskan masa tua dalam kemiskinan. Sebab, dalam jangka panjang pasti akan terjadi krisis yang merupakan siklus dari ekonomi. Dan setiap kali terjadi krisis, rupiah akan kehilangan nilainya. Entah sebagai akibat dari naiknya nilai tukar dollar AS, tergerus karena mengalami inflasi tinggi atau kedua hal tersebut terjadi bersamaan.
Memilih berinvestasi dalam emas adalah salah satu cara efektif untuk melindungi kekayaan kita. Orang membeli dan menyimpan kekayaan dalam emas untuk mengamankan daya belinya, bukan untuk mendapatkan imbah hasil yang paling tinggi. Peluang investasi tinggi tetap pada jenis investasi seperti saham, walaupun resikonya juga tinggi untuk berinvestasi dalam saham.
Emas sebagai alat investasi yang bertujuan untuk perlindungan nilai aset juga mirip dengan properti. Keunggulan emas adalah lebih mudah dan lebih cepat untuk diuangkan, dan nilai investasinya relatif lebih kecil. Namun, baik emas maupun properti sama-sama efektif sebagai penakluk inflasi. Emas sebagai alat hedging, tentu saja berinvestasi di emas tidak menjanjikan return besar dalam jangka pendek seperti saham. Tapi return dalam emas relatif stabil, hanya saja kalah mengairahkan bila dibandingkan dengan saham. Emas cenderung lebih tepat untuk hedging dari pada investasi, walaupun bisa juga berfungsi sebagai keduanya sekaligus.
Dan untuk investasi dalam emas, membeli emas lalu menjualnya kembali tidak disarankan dilakukan untuk periode jangka pendek (satu tahun atau kurang) karena keuntungannya tidak maksimal. Tahukah Anda bagaimana cara perusahaan-perusahaan besar melindungi aset bisnisnya? Mereka memiliki cara melindungi aset dengan hedging. Sebagai contoh saja, misal perusahaan tersebut memiliki hutang dalam bentuk valuta asing yang jatuh tempo dalam lima tahun yang akan datang. Maka perusahaan tersebut akan meneken kontrak pembelian valuta asing pada nilai yang disepakati, dengan tanggal realisasi sesuai jatuh tempo hutang. Memang ada biaya yang dikenakan, tapi bagi perusahaan besar tidak jadi masalah. Lebih baik membayar biaya yang besarnya dapat dipastikan, daripada menanggung resiko yang tidak terbatas. Dengan kata lain lebih baik membayar biaya untuk memperoleh nilai kurs yang terjangkau, daripada menghadapi resiko membengkaknya hutang berlipat ganda akibat gejolak nilai tukar.
Untuk kita, masyarakat umum, tentunya agak sulit untuk melakukan hedging seperti yang dilakukan perusahaan besar. Karena tentunya lebih rumit dan akses pun terbatas, dan aset yang dimilikipun tidak selalu terkait dengan nilai dollar. Karena itu, hedging yang bisa dilakukan untuk masyarakat umum yaitu dengan membeli emas atau menabung dalam bentuk emas.
Dalam hal ini emas digunakan sebagai pelindung terhadap nilai dan kekayaan. Dan pada umumnya semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin baik kenaikan harga emas. Dan semakin orang panik terhadap ketidakpastiaan ekonomi, maka harga emas akan semakin melambung. Akan tetapi berlaku sebaliknya, harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah. Harga emas bahkan cenderung sedikit menurun bila laju inflasi dibawah dua digit dan kurs dollar stabil.
Karena itu, investasi emas sangat cocok dipakai sebagai pelindung nilai kekayaan. Emas nilainya cenderung stabil dan dianggap tidak punya efek inflasi (zero inflation effect). Kalangan konsultan investasi menyebut emas sebagai save heaven. Membeli emas dan menabung dalam emas merupakan aset yang aman dan stabil, sehingga disebut save heaven tersebut.

Selain itu, membeli emas atau investasi di emas berbeda dengan investasi lainnya seperti di saham, reksadana, dll, yang memerlukan perhatian khusus. Sebaliknya, menyimpan emas tidak memerlukan ketrampilan apa-apa. Hanya butuh sedikit biaya untuk menyewa safe deposit box atau Anda simpan ditempat yang aman di rumah.
Bagi yang sering membeli atau menjual emas batangan, kata-kata logam mulia Aneka Tambang mungkin tidak asing lagi. Logam Mulia Aneka Tambang ini adalah unit usaha PT.Aneka Tambang Tbk yang bergerak dibidang jual beli emas. PT.Aneka Tambang Tbk sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah go public (sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia). Emas adalah salah satu produk perusahaan ini.

Membeli atau menjual emas di Logam Mulia (LM) sedikit lebih ribet dibandingkan dengan bertransaksi di toko-toko emas biasa. Sebelum memasuki tempat transaksi, petugas akan meminta tanda pengenal kita, lantas mencatat data-data pribadi kita. Selain nama, nomor KTP, alamat dan nomor telepon, mereka juga meminta NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
Setelah prosedur itu, kita mendapatkan tanda pengenal untuk masuk ke tempat perdagangan. Disana, pembeli satu gram pun akan dilayani. Makin berat emas yang dibeli, harga emas per gram menjadi lebih murah dikarenakan faktor biaya pembuatan. Jika kita membeli dalam jumlah banyak, ada suatu ketentuan yang berlaku, penjual menyediakan fasilitas pengantaran dengan menggunakan jasa pihak ketiga. Fasilitas ini ditujukan untuk menjamin kenyamanan dan keamanan bagi pelanggan.
Logam Mulia menyediakan berbagai ukuran emas lantakan , mulai dari 1 gram sampai 1.000 gram. Seperti di toko emas biasa, ongkos jasa juga dikenakan oleh Logam Mulia. Untuk pembelian emas lantakan di kutip Rp.33.500 per gramnya. Makin besar pembelian emas, makin kecil ongkos jasanya. Logam Mulia tidak mengenakan ongkos jasa untuk pembelian emas lantakan mulai 100 gram.

3. Manfaat Berkebun Emas
Manfaat Apa Yang Anda Peroleh Dengan Berkebun EMAS?

Seringkali Anda memiliki "bocor" pada dompet Anda. Tanpa disadari bocor ini menyebabkan uang mengalir deras keluar tanpa manfaat yang jelas. Berapapun banyaknya uang yang Anda masukkan, semuanya akan habis tanpa sisa. Dengan pengetahuan dari ber-Investasi EMAS, Anda dapat segera menambal bocor ini dan merubahnya menjadi bentuk Asset yang menguntungkan.

Bagaimana menyelamatkan tabungan Anda dari "perampok" yang tidak pernah ditangkap polisi, yakni INFLASI? Fakta membuktikan Agustus 2008 US$ 1 = Rp 9.200 dan Februari 2009 US$ 1 = Rp 12.200, hanya dalam jangka waktu 6 BULAN, daya beli uang kertas Anda SUSUT 30% !!!

Kenapa harus EMAS? Bagaimana para pemilik EMAS tertawa ketika terjadi 2x Krisis moneter di Indonesia, sementara pemilik investasi lainnya (saham, reksadana, dsb) menangis? Betulkah EMAS tahan terhadap Inflasi (ZERO INFLATION)?

Bagaimana mempertahankan daya beli Uang Anda 10 bahkan 20 tahun yang akan datang? Kenapa simpanan Anda jangan dalam bentuk Tabungan atau Deposito?

Tidak peduli siapapun Anda saat ini (Karyawan, Profesional, Pengusaha maupun Ibu Rumah Tangga) dan berapapun penghasilan Anda saat ini, Rahasia ini tetap bisa membuat Anda ber-investasi EMAS dan memperoleh semua manfaatnya.

Bagaimana memilih jenis EMAS yang paling optimum untuk Investasi? Dimana membelinya? Dan bagaimana menjaganya dengan 99,99% aman tanpa harus khawatir dicuri?

Bagaimana hanya dengan Uang Rp 1.2jt Anda bisa membeli 10 gram EMAS batangan atau dengan uang Rp 10jt saja Anda bisa memiliki 7 buah EMAS batangan @ 10gram. (Harga EMAS batangan 24K pada saat artikel ini ditulis Rp 360.000/grm)
4. Panduan Investasi Emas
Dari semua bentuk logam, emas adalah yang paling populer digunakan sebagai investasi. Penanam modal “Investor” secara umum membeli emas sebagai pagar asuransi harga terhadap aset “Hedge” atau tempat berlindung aman “Safe Haven” dari kekacauan ekonomi, politik, sosial, atau mata uang. Kekacauan ini termasuk kemunduran pasar investasi, inflasi, perang, dan pergolakan sosial. Investor juga membeli emas selama waktu pasar emas sedang naik “Bullish” untuk memperoleh keuntungan laba “Profit”.
Harga Emas: Sepanjang sejarah emas sudah sering dipakai sebagai uang dan sebagai tolak ukur atau patokan harga untuk komoditas lainnya. Sesudah perang Dunia ke II standar emas dibentuk mengikuti konferensi 1946 Bretton Woods, untuk memperbaiki peraturan dan prosedur standar harga emas dengan patokan harga $35 per Troy Ounce (1 Troy Ounce = 31.1035 Gram). Sistem tersebut terbentuk dan dipakai sampai tahun 1971 , ketika presiden Nixon, AS, menghentikan secara langsung sistem harga emas tersebut dengan dolar Amerika Serikat.
Sejak 1968 patokan harga emas dikenal sebagai London Gold Fixing, sebuah hubungan perdagangan dengan menggunakan telepon sebanyak dua kali dalam satu hari menjumpai wakil dari lima perusahaan untuk bertukar batangan emas. Selanjutnya, hubungan bertukar emas batangan itu berkembang dan menjadi perdagangan aktif berdasarkan intra-hari Spot harga emas, Spot harga emas didapat dari pasar yang bertukar emas di seluruh dunia sewaktu mereka membuka dan tutup pasar sepanjang hari.
Pada Maret 2008 harga emas mencapai harga di atas $1000 per troy Ounce, menjangkau nominal harga tertinggi selama di $1002,80 yang, secara riil masih jauh di bawah harga $850 pada puncak tahun 1980. Kemudian jatuh, ke harga terendah dengan $709,50 pada November, harga emas kembali mulai cenderung bergerak lagi ke atas, untuk sementara dan menyentuh rintangan “Barrier” $1000 per troy ounce menjelang akhir Februari 2009.
Faktor Yang Mempengaruhi Harga Emas: Emas adalah komoditi unik, karena merupakan satu-satunya komoditi yang diproduksi untuk akumulasi; tidak seperti semua komoditi lainnya yang diproduksi untuk dikonsumsi. Pada dasarnya semua dari emas yang telah ditambang sepanjang sejarah, masih ada tersedia dan tersimpan di atas tanah. Namun demikian, emas sangat langka.
Tahukah Anda, bahwa seluruh emas yang berada diatas tanah hanya sekitar 155.000 ton. Jika ada suatu kesempatan, dapat kita kumpulkan semua emas tersebut dan memasukkan emas tersebut ke dalam satu lubang penyimpanan, ukurannya akan menjadi 8.000 meter kubik, berisi dengan jumlah yang sama dengan dasar satu per lima Washington Monument atau 3 ¼ kolam renang ukuran olimpiade. Hal penting lainya yang juga mengherankan untuk dicatat bahwa, dalam satu hari dua puluh kali lebih banyak baja yang dituangkan dari total berat emas yang ditambang sepanjang sejarah.
Pengamatan tentang moneter ini berarti bahwa permintaan emas sebagai uang. Dengan kata lain, emas adalah bangkit karena manfaat yang besar, timbul dari akibat atribut yang membuat uang. Banyak keuntungan yang membuat emas sebagai uang. Mungkin paling penting dalam saat ini, ditandai dengan inflasi tahunan nasional mata uang kertas, emas sebagai uang yang tidak dapat dibuat 'dari udara tipis' dengan persetujuan pemerintah. Satu lagi faktor penting yang menjadikan emas sebagai uang, adalah ‘gunung hutang‘ dan kemunduran keuangan yang menggantung perekonomian dunia.
Kegagalan Bank, Ketika emas sepenuhnya ditukar menjadi uang kertas, kedua bentuk uang tetap dianggap sebagai alat pembayaran. Tetapi, kebanyakan orang lebih menyukai untuk membawa uang kertas daripada uang emas yang lebih berat dan tidak dapat dibagi. Jika orang khawatir bank mereka akan gagal, orang mengambil uang secara beramai-ramai di bank. Ini adalah apa yang terjadi di AS selama Depresi luar biasa 1930s, menyebabkan Presiden Roosevelt memaksakan keadaan darurat nasional dan melarang menimbun emas oleh warganegara AS. dikenal sebagai Executive Order 6102 yang sekarang sudah diakhiri.

Suku Bunga Yang Rendah Atau Negatif, Jika pengembalian obligasi, equities dan properti tidak memadai atau tidak mengganti kerugian yang diderita karena risiko dan inflasi. permintaan akan emas dan investasi alternatif lain seperti pertambahan komoditas. contoh ini masa seperti ini dapat dilihat pada saat Stagflation yang terjadi selama 1970s dan yang menyebabkan gelembung ekonomi berlomba untuk menyimpan emas.
Perang, Serbuan, Penjarahan, Krisis, Pada masa nasional kegawatan, ketakutan orang bahwa aset mereka mungkin tidak dapat dimanfaatkan dan bahwa mata uang mungkin menjadi tidak berguna. Mereka melihat emas sebagai aset kuat untuk membeli makanan atau transportasi. Dengan begitu pada masa ketidaktentuan luar biasa, teristimewa dalam ketakutan perang, permintaan karena emas naik
Grafik berikut menunjukan pegerakan pasar emas selam 15 Tahun belakangan ini, harga emas bergerak naik, diikuti kepanikan pasar, saat perpindahan OrBa ke era reformasi berkibar, pada tahun 1998

Alasan Investor membeli emas: Investor secara umum membeli emas untuk dua sebab utama: untuk secara financial, memperoleh dari keuntungan dari kenaikan harga emas, dan/atau sebagai pagar hidup atau tempat berlindung aman terhadap yang mana pun ekonomi, politik, sosial atau mata uang-berdasar kegawatan.
Metode menanam uang dalam emas: Adalah bijaksana untuk membeli emas karena peringatan masalah yang akan dihadapi oleh dolar dan mata uang kertas. Emas menawarkan hal yang sederhana untuk menghindarkan resiko yang melekat dalam mata uang kertas, tapi pastikan Anda membeli fisik logam, bukan “emas kertas”. Terdapat perbedaan besar antara logam dan hanya memiliki janji untuk membayar logam untuk Anda. Kadang-kadang janji ini tidak seperti apa yang dijanjikan.
Berinvestasi emas fisik yang dapat dimiliki, adalah seperti perhiasan dengan kadar kemurnian emas yang tinggi, emas batangan yang aman, seperti yang ditawarkan oleh Logam Mulia (LMTM), contoh “emas kertas” adalah emas sertifikat yang dikeluarkan oleh bank dan secruritas, sebuah rekening masa depan yang tercantum NYSE jual-beli.
Dengan produk tersebut Anda akan memiliki sepotong kertas daripada emas itu sendiri. Kertas produk ini memberikan pengelihatan harga emas, tetapi mereka datang dengan risiko standar, yaitu, bahwa Anda tidak akan mampu untuk mendapatkan logam ketika Anda membutuhkannya. Emas harus dilihat sebagai aset kuat dalam portofolio Anda berinvestasi, sehingga jangan mengambil risiko apapun dengannya. Itulah sebabnya miliki logam fisik tersebut sendiri, bukan hanya janji dalam kertas.
Emas Batangan artikel utama: Logam Mulia, Cara yang paling tradisional menanam uang dalam emas dengan membeli emas batangan logam mulia (LMTM). Dapat dibeli langsung di Counter trader kami, tersedia dalam berbagai ukuran, (1 gram, 2 gram, 2.5, gram, 3 gram, 5 gram, 10 gram, 15 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, 1000 gram) semakin kecil bentuk batangan yang akan dibeli, semakin mahal harga per gramnya, karena terdapat ongkos produksi diatas harga dasar emas yang dipasarkan. Menyangkut ongkos produksi, transportasi, kesepakatan harga, penyimpan dan lain sebagainya.
Strategi Investasi: Dasar Analisa, Investor memakai analisa pokok menganalisa macroeconomic situasi, yang terdapat indikasi ekonomi internasional, seperti laju pertumbuhan GDP, inflasi, suku bunga, produktivitas dan harga enerji. Mereka juga akan menganalisa persediaan emas global tahunan lawan permintaan. Di atas 2005. World Gold Council memperkirakan persedian dan produksi emas global tahunan adalah 3.859 ton dan permintaan sebesar 3.754 ton, memberikan surplus persediaan emas sebanyak 105 ton. Namun produksi emas tidak mungkin bertambah cepat dalam waktu dekat ini sedangkan permintaan emas untuk kemilikan pribadi akan emas sangat tinggi dan subyek yang cepat berubah. Inilah membuat emas sangat berbeda dengan hampir setiap komoditas lain.
Analysis Teknik, Sama seperti saham, investor emas mungkin mendasarkan keputusan investasi mereka sebagian atau semata-mata dari analisa tekniknya. Biasanya, ini melibatkan analyzing pola grafik, memindahkan rata-rata, pasar cenderung dan/atau siklus ekonomi untuk berspekulasi di atas masa depan harga.
Naik “Bulls” versus Turun “bear”: Sejak April 2001 harga emas naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan DOLAR AS, mendesak spekulasi bahwa penurunan pasar sekuler yang panjang (atau Depresi Komoditas luar biasa) sudah berakhir dan pasar sudah kembali naik. Namun, laporan Dewan Emas Dunia pada 18 Februari, 2009. Permintaan investasi untuk emas diperlihatkan naik dengan tajam dari pertengahan tahun 2008, yang termasuk ETFs (exchange-traded funds), Batangan, dan uang logam, naik 64 persen pada tahun 2008 dari tahun sebelumnya.
Pada abad terakhir, krisis ekonomi utama (seperti Depresi luar biasa, Perang Dunia Kedua II, Krisis minyak Dunia yang pertama dan kedua) menurunkan rasio Dow dan Emas dapat dijadikan sebagai penunjuk bagaimana buruknya resesi dan pandangan apakah akan memburuk atau akan bertambah baiknya ekonomi, sampai ratio turun di bawah 4. Pada 18 Februari, 2009 di bawah 8. Selama masa waktu sulit ini, Investor mencoba memelihara aset mereka dengan menanam uang dalam emas dan perak

B. Kesimpulan
Salah satu objektivitas dalam penulisan paduan investasi emas ini adalah untuk menampilkan rasionalisasi dalam membeli dan memiliki Emas. Emas mungkin bukanlah jawaban yang diperuntukan untuk semua orang untuk berinvestasi, namun dilihat dari sisi lainnya Emas tidak pernah gagal. Haruslah dipertimbangkan dengan masak sebagai wacana untuk dapat lebih mengerti Emas itu sendiri dan sebagai langkah awal dalam menententukan, apakah emas adalah langkah yang tepat untuk Anda dalam berinvestasi.






BAB II
ANALISIS USAHA


A. Analisis Usaha jika Bermain 500 Gram
1. Metode Konvensional
Sistem Konvensional
Modal: 126 Gr
Modal pembelian emas pertama* 50gr Rp 43.206.250
Hasil penjualan emas***:
Penjualan emas Rp 56.019.600
Keuntungan: Rp 12.813.350

2. Metode Berkebun Emas
(Investasi emas dengan Berkebun Emas)
Modal:
Modal pembelian emas pertama* 50gr + BB Rp 17.200.000
Pinjaman dari bank 93% dari modal Rp 15.240.375 Rp 327.750 hrg/gr
Modal tambahan belanja emas 2-10 Rp 1.959.625
(Rp 1.959.625 x 9) Rp 17.636.625 Rp1.496.250
Biaya gadai 500 gram emas di bank BRI syariah
Rp. 15.240,-/1gr/4bl * 500gr + B. Admin Rp 23.610.000 Rp1.967.500 sewa/bln
Total modal berkebun 500 gram emas**** Rp 43.206.250 Rp 7.870.000 sewa/4bln
Hasil penjualan emas***:
Penjualan emas 1 - 10*** Rp222.300.000
Biaya menebus emas di bank Rp176.013.750
Keuntungan: Rp 26.690.000
Selisih keuntungan: Rp 13.876.650
Keterangan:
* Harga Logam Mulia keluaran PT ANTAM Tbk (30/04/2010)
** Biaya gadai di Bank BRI Syariah (30/04/2010) Rp. 15,240,-/1gr/4bulan
***Asumsi kenaikan harga emas dalam 12 bulan (30/04/2011) 30%
****Modal dua jenis investasi disamakan: Rp 43,206,250,-
*****harga 1 gram = Rp. 342.000,-

3. Kesimpulan
Dapat diketahui dengan dasar tabel di atas bahwa dengan modal yang sama yaitu Rp 43,206,250,-, dengan metode konvensional dalam waktu 1 tahun (yang diperkirakan kenaikan emas sebesar 30%) maka harga emas akan menjadi Rp 53.019.600,- dan mendapatkan keuntungan hanya sebesar Rp 12.813.350,-. Dan dengan menggunakan metode berkebun emas akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 26.690.000,-, (61,77% dari modal yang ditanamkan) atau terdapat selisih keuntungan sebesar Rp 13.876.650,- jika kita menggunakan metode berkebun emas.

B. Analisis Usaha jika Bermain 1000 Gram

1. Metode Konvensional
Sistem Konvensional
Modal: 255 Gr
Modal pembelian emas pertama* 100gr Rp 92.647.500
Hasil penjualan emas***:
Penjualan emas Rp 120.334.500
Keuntungan: Rp 27.687.000

2. Metode Berkebun Emas
(Investasi emas dengan Berkebun Emas)
Modal:
Modal pembelian emas pertama* 100gr Rp 36.300.000
Pinjaman dari bank 93% dari modal Rp 31.894.350 Rp 363.000 hrg/gr
Modal tambahan belanja emas 2-10 Rp 4.405.650
(Rp 4.405.650 x 9) Rp 39.650.850 Rp7.756.500
Biaya gadai 1000 gram emas di bank BRI syariah
Rp. 15.947,-/1gr/4bl * 1000gr + B. Admin Rp 48.591.000 Rp4.049.250 sewa/bln
Total modal berkebun 1000 gram emas**** Rp 92.647.500 Rp 16.197.000 sewa/4bln
Hasil penjualan emas***:
Penjualan emas 1 - 10*** Rp471.900.000
Biaya menebus emas di bank Rp367.534.500
Keuntungan: Rp 60.309.000
Selisih keuntungan: Rp 32.622.000
Keterangan:
* Harga Logam Mulia keluaran PT ANTAM Tbk (26/05/2010)
** Biaya gadai di Bank BRI Syariah (26/05/2010) Rp. 15,947,-/1gr/4bulan
***Asumsi kenaikan harga emas dalam 12 bulan (26/05/2011) 30%
****Modal dua jenis investasi disamakan: Rp 92,647,500,-
*****harga 1 gram = Rp. 363.000,-

3. Kesimpulan
Dapat diketahui dengan dasar tabel di atas bahwa dengan modal yang sama yaitu Rp 92,647,500,-, dengan metode konvensional dalam waktu 1 tahun (yang diperkirakan kenaikan emas sebesar 30%) maka harga emas akan menjadi Rp 120.334.500,- dan mendapatkan keuntungan hanya sebesar Rp 27.687.000,-. Dan dengan menggunakan metode berkebun emas akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 60.309.000,-, (65,10% dari modal yang ditanamkan) atau terdapat selisih keuntungan sebesar Rp 32.622.000,- jika kita menggunakan metode berkebun emas.




C. Analisis Usaha jika hanya Menambahkan Modal


1. Jika Menambahkan 50 Gram
a. Modal Tambahan + B. Bikin Rp. 2.302.825,-
b. Biaya Sewa Rp. 15.947,-/1gram/4bulan*50gram+B. Admin Rp. 2.467.050,- +
c. Total Modal Tambahan Rp. 4.769.875,-
d. Perkiraan Harga Naik 30% Rp. 23.595.000,-
e. Harga Awal Rp. 18.150.000,- -
f. Perkiraan Keuntungan Rp. 4.445.000,-
g. Keuntungan setelah dikurangi Biaya Sewa Rp. 1.977.950,-

2. Jika Menambahkan 100 Gram
a. Modal Tambahan + B. Bikin Rp. 4.605.650,-
b. Biaya Sewa Rp. 15.947,-/1gram/4bulan*100gram+B. Admin Rp. 4.934.100,- +
c. Total Modal Tambahan Rp. 9.539.750,-
d. Perkiraan Harga Naik 30% Rp. 47.190.000,-
e. Harga Awal Rp. 36.300.000,- -
f. Perkiraan Keuntungan Rp. 10.890.000,-
g. Keuntungan setelah dikurangi Biaya Sewa Rp. 5.955.900,-

Keterangan:
* Harga Logam Mulia keluaran PT ANTAM Tbk (26/05/2010)
** Biaya gadai di Bank BRI Syariah (26/05/2010) Rp. 15,947,-/1gr/4bulan
***Asumsi kenaikan harga emas dalam 12 bulan (26/05/2011) 30%
**** harga 1 gram = Rp. 363.000,-

3. Kesimpulan
Dapat diketahui dari perhitungan di atas bahwa dengan menambahkan modal Rp. 4.769.875,- (50 gram) dalam 1 tahun (360 hari) jika kenaikan 30% maka akan mendapatkan keuntungan Rp. 1.977.950,- (41,47% dari modal yang ditanamkan). Dan dengan menambahkan modal Rp. 9.539.750,- (100 gram) dalam 1 tahun (360 hari) jika kenaikan 30% maka akan mendapatkan keuntungan Rp. 5.955.900,- (62,43% dari modal yang ditanamkan).












BAB III
SISTEM BAGI HASIL DAN AKAD


D. SISTEM BAGI HASIL
Sistem bagi hasil yang digunakan sesuai dengan sistem yang ada pada umumnya berjalan yang mudah-mudahan sudah sesuai dengan hukum Islam, dimana pemilik modal akan mendapatkan keuntungan sebesar 40% dari keuntungan yang didapat dan bagi partner yang menjalankan mendapatkan 60% dari keuntungan. Keuntungan akan dibagikan sesuai dengan prinsip 40:60, berapapun jumlah nominalnya sesuai dengan keuntungan yang didapatkan pada saat jangka waktu berjalan 360 hari.

E. AKAD
1. Pemodal hanya menanamkan modal yang diberikan kepada petani berkebun emas.
2. Pemodal berhak mendapatkan laporan yang jelas tentang metode berkebun emas dan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan tersebut.
3. Modal yang diberikan akan dijadikan modal untuk berkebun emas yang bekerjasama dengan Bank BRI Syariah.
4. Waktu yang diberikan pemodal kepada petani selama 1 tahun (360 hari) berjalan.
5. Apabila modal diambil sebelum waktu yang ditentukan maka pemodal hanya menerima modalnya kembali sebesar 100% tanpa dikenakan biaya sewa dan tidak mendapatkan keuntungan apapun.
6. Keuntungan yang dibagikan sesuai dengan prinsip 40:60, berapapun jumlah nominalnya sesuai dengan keuntungan yang didapatkan pada saat jangka waktu berjalan 360 hari.
7. Hal-hal yang belum ditentukan akan dimusyawarahkan oleh kedua belah pihak, jika ditemukan masalah dikemudian hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar