Rabu, 28 April 2010

Metode korelasi instrumen digunakan untuk:
1. Mengukur hubungan antara berbagai variabel.
2. Meramalkan variabel tidak bebas dari pengetahuan kita tentang variabel bebas.
3. Meratakan jalan untuk membuat rancangan penelitian eksperimental.

Pendekatan korelasional digunakan dalam penelitian yang bertujuan memprediksi atau mencapai korelasi antar 2 variabel dalam penelitian yang sifatnya mencari prediksi penelitian.

Alasan pokok mengambil sampling (Nugroho, Sendi-Sendi Statistik)
1. Menghemat biaya, waktu dan tenaga.
2. Karena pengamatan secara lengkap tidak akan ada faedah
3. Karena pengadaan pencacahan lengkap tidak mungkin.
4. Karena sampling error (kesalahan karena sampling) terbukti lebih kecil daripada kesalahan-kesalahan yang disebabkan oelh kegiatan bukan sampling.

Kelemahan metode survey (J. Supranto: Statistik) (J.V. Redenbregt: Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat)
1. Keutuhan dari responden (R) diabaikan, karena R dibagi kedalam kategori berdasarkan suatu sistem klasifikasi yang diciptakan sebelumnya.
2. Adanya kemungkinan bahwa gambaran mengenai masyarakat yang dikumpulkan melalui individu-individu akan mencerminkan kesamaan.
3. Satu orang satu suara.
4. Karena sifat status dari metode tersebut, maka suatu survai tidak mampu meramalkan perubahan sosial.

Proposional Random Sampling (I Made Putrawan, Pengujian Hipotesis dalam Penelitian Sosial, Jakarta: Rineka Cipta, 1990)
Setiap unsur dalam populasi terjangkau mempunyai probabilitas/kesempatan yang sama untuk terambil sebagai unsur dalam sampel.

Acak Sistematis (Husaini Usman)
Keuntungan: lebih cepat dan mudah
Kelemahan: kadang-kadang kurang mewakili populasi.

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik sehingga lebih mudah diolah.
 Suatu alat yang karena memenuhi persyaratan akademis maka dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel.
Teknik proporsional sampling dipilih karena mampu memperoleh sampling yang representatif dengan memberikan kesempatan yang sama pada sampel yang ada berdasarkan populasi, bebas untuk dipilih atau terpilih dan terwakili sebagai anggota sampling dalam populasi yang kemudian sampel representatif itu diambil secara proporsional random sampling.

Hipotesis statistik adalah sebuah pernyataan tentang (suatu) ciri populasi; biasanya mengenai parameternya atau bentuk distribusinya.

Parameter: angka ringkasan

Hipotesis nol (Ho) adalah hipotesis yang didalam prosedur pengujiannya merupakan hipotesa yang akan diuji.

Hipotesis alternatif (Hi/Ha) ialah hipotesa sebagai lawan daripada hipotesa nol

Pengujian 1 arah (one sided test) artinya ia mempunyai 1 (satu) daerah penolakan saja (k = daerah dimana statistik uji jatuh)  sebelah kiri atau sebelah kanan distribusi.

Pengujian 2 arah (two sided test) artinya ia mempunyai 2 daerah penolakan pada kedua kurva.

Tingkat keberartian (level of significance) adalah tingkat dimana setiap nilai dianggap bermakna
Diagram pencar = scarttered dots/siattered gram

Garis regresi ialah garis lurus yang menyatakan bentuk hubungan antara variabel X dan variabel Y dengan faktor-faktor lainnya konstan (cateris paribus).
Kegunaannya
a. Interpolasi = menyisipkan nilai X diantara nilai-nilai X yang telah kita ketahui.
b. Ekstrapolasi = memberi nilai pada X diluar batas nilai-nilai yang telah kita ketahui atau nilai Y.

Koefisien korelasi itu sederhana artinya r =
1. Hanya menyangkut 2 variabel X (bebas) dan Y (tidak bebas)
2. Bentuk hubungannya linier
Nilainya : -1 < r < +1
Angka lindeks ialah angka yang dengan mudah dan dapat diterapkan secara luas untuk menunjukkan suatu perubahan relatif (perubahan dalam persentase).

Cara mengatasi random error (penyimpangan tidak cenderung membesar):
1. keseksamaan alat pengukur
2. ketelitian sipengukur
3. melakukan observasi berulangkali

Skala Likert
1. Mengumpulkan sejumlah besar item yang berhubungan dengan masyarakat yang akan diteliti.
2. Item tersebut dinilai oleh responden yang memiliki salah 1 jawaban dari pro sampai dengan kontra.
3. Skor responden ditentukan berdasarkan skor bagi setiap item.
Keuntungan:
1. Mempunyai banyak kemudahan dalam penyusunan pertanyaan atau tidak memakan banyak waktu.
2. Mempunyai reliabilitas yang tinggi karena mempunyai kemungkinan yang untuk memilih suatu item lebih teliti.
3. Mempunyai sifat snagat luwes/fleksibel dibidang teknik pengumpulabn yang lain.
Kelemahan:
Satu skor setiap responden terdiri dari 1 angka sama berarti bahwa respoden dengan skor yang sama belum tentu mempunyai sikap yang sama juga.
Alasan menggunakan skala likert yang 4 saja karena:
Untuk mencegah adanya kelompok yang mempunyai pendirian yang tidak jelas atau tida memiliki pendirian sama sekali, dalam arti mencegah kelompok yang netral atau tidak menunjukkan pendirian tertentu melalui cara memaksa respoden untuk memilih salah satu posisi yaitu pihak yang setuju atau tidak setuju.

Instrumen:
1. Skala  untuk mengukur sikap
a. skala likert  5,4,3,2,………..+
b. skala thurstone  1,2,3,…….+
c. skala sematic differensial (1,2,3,……..)
d. skala Osgood
e. skala gutmen
2. Kuesioner
a. skala
b. check list
3. Tes
4. Indeks

Validitas konstruk: kerangka dari suatu konsep untuk mencari kerangka konsep ditempuh dengan tiga cara:
1. Mencari definisi tiga konsep
2. Mendefinisikan sendiri konsep tersebut
3. Menanyakan definisi konsep tersebut kepada calon respoden.
Bertujuan:
1. Untuk meneliti kompobnen-komponen sikap/sifat yang diukur dengan alat itu.
2. Untuk mengukur instrumen dengan kerangka konsep.
Validitas: menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur.
Validitas isi: suatu alat pengukur ditentukan oleh sejauhmana isi alat pengukur itu mewakili semua aspek yang diangap sebagai kerangka konsep (validitas isi diperoleh dengan mengadakan sampling yang baik) yakni memilih item-item yang representatif dari keseluruhan bahan yang berkenaan dengan hal yang ingin dicapai.

Uji hipotesis dengan menggunakan regresi sederhana dengan syarat:
1. ukuran variabel interval
2. sampel dipilih secara random
3. galat taksiran regresi Y atas X berdistribusi normal
4. unit analisis berpasangan
5. linieritas


= kristarian (variabel tidak bebas)
= predictor (variabel bebas)
b = koefesien  regresi
= bilangan konstan

Data primer dikumpulkan dengan 4 cara: observasi, kelompok pengamatan, survai dan eksperimen.


Kesimpulan: hasil yang didapat dari penelitian.



Abstrak:
1. Seluruh laporan penelitian yang dikumpulkan dalam sebuah ringkasan maksimum 2 halaman (Jujun).
2. Essay yang utuh tanpa mempunyai sub judul.
3. Hanya memuat bagian-bagian yang penting saja dari sebuah penelitian yang berisi tujuan penelitian, tempat penelitian, metodologi serta hasil penelitian.
4. Merupakan sebuah essay yang terdiri dari serangkaian paragrap yang secara keseluruhan mampu mengkomunikasikan intisari dari sebuah penelitian.

Anava (Analisis Varians) (J. Suupranto: statistik)
Adalah teknik inferensial yang digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata nilai.

Kegunaan anava:
1. Untuk mengetahui atau menentukan apakah nilai rata-rata sampel berbeda secara signifikan atau tidak.
2. Untuk mengetahui harga F.
3. Untuk mengetahui antar variabel manakah yang memang mempunyai perbedaan secara signifikan dan variabel manakah yang berinteraksi satu sama lain.
4. Tidak perlu berkali-kali melakukan pengujian tetapi cukup satu kali.

Analisis Regresi (Husaini Usman)
Dipakai apabila kita ingin meramalkan pengaruh sebuah variabel predictor dengan sebuah variabel kriterium atau ingin membuktikan bahwa terdapat atau tidak terdapat hubungan fungsional antara variabel bebas dengan variabel terikat.

Asumsi atau sejarah penggunaan analisis regresi:
1. Variabel yang dicari hubungan fungsionalnya mempunyai delta yang berdistribusi normal.
2. Variabel X tidak diacak, variabel Y acak.
3. Variabel yang dihubungkan mempunyai pasangan sama dari subjek yang sama.
4. Variabel yang dihubungkan mempunyai data interval atau rasio.

Persamaan regresi yang telah ditemukan perlu diuji signifikan dan linieritasnya.

Angket (J. Supranto: Statistik)
Penyelidikan mengenai suatu masalah yang banyak menyangkut orang banyak dengan jalan mengedarkan format daftar pertanyaan, diajukan secara tertulis kepada sejumlah subjek untuk mendapatkan jawaban dari responden secara tertulis.
Keuntungan angket:
1. Tepat sebagai alat untuk memperoleh data yang cukup luas dari kelompok orang yang berpopulasi besar, beraneka ragam dan bertebaran tempat kediamannya.
2. Pelaksanaannya efesien berlangsung dalam jangka pendek.
Kelemahan angket:
1. Banyak unsur private/rahasia gejala psikis tinggi dan dibawah sadar dan ketidaksadarannya yang tidak dapat diungkapkan dengan jawaban kuesioner.
2. Sifatnya subjektif, karena dipengaruhi sikap dan harapan pribadi.
3. Sering menanyakan hal-hal yang kurang relevan dengan masalah pokok yang hendak diteliti.
4. Pertanyaannya bisa ditafsirkan secara berbeda oleh para responden.


Data (Husaini Usman)
Suatu bahan mentah yang jika diolah melalui berbagai analisis dapat melahirkan berbagai informasi.

Data Sekunder (Husaini Usman)
Data yang dikumpulkan oleh peneliti melalui pihak kedua, atau data yang diperoleh melalui wawancara dengan pihak lain tentang objek yang diteliti serta mempelajari dokumentasi-dokumentasi.

Daftar Pustaka (Nugroho: Sendi-Sendi Statistik)
Bermaksud mentabulasi atau mendaftarkan semua sumber-sumber bacaan baik yang sudah dipublikasikan maupun yang belum.

Catatan kaki (Nugroho: Sendi-Sendi Statistik)
Berfungsi sebagai sumber informasi yang dipakai dalam penulisan.
Terdiri dari:
1. Ibid atau ibidium, catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat diatasnya.
2. Opcit atau operecitato: ialah karya yang dikutip digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki dari sumber lain. Cara penulisannya: nama pengarang, op.cit.

Fakta: gejala yang dapat dibuktikan secara empiris.

Hipotesis: jawaban sementara dari sutau penelitian.

Hipotesis deduktif: hipotesis yang diformulasikan berdasarkan konsep-konsep/teori-teori yang mengacu dari pola pikir umum ke hal-hal yang khusus.

Hipotesisi induktif: hasil formulasi hipotesis penelitian melalui fakta-fakta khusus dari lapangan serta temuan-temuan penelitian terdahulu.

Implikasi: akibat-akibat yang ditimbukan dari arti yang tersirat didalamnya/maksud yang terkandung yang dapat berakibat pada hal-hal lain.

Indeks: akumulasi skor untuk setiap pertanyaan.

Korelasi: istilah statistik yang menyatakan derajat hubungan linier antara dua variabel atau lebih (hubungan hanya searah).

Penelitian: suatu proses terus menerus terhadap sesuatu yang menjadi permasalahan dengan cara mengamati/mengobservasi dan menganalisis gejala-gejala yang terjadi.

Metode: cara/jalan.

Metode penelitian: urutan langkah-langkah untuk melaksanakan penelitian berikut penjelasan tentang alat-alat yang dipergunakan untuk melaksanakan langkah-langkah penelitian.
Reliabel: dipercaya.

Statistik: salah satu alat untuk mengumpulkan data, mengolah data, menarik kesimpulan dan membuat keputusan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan.

Statistik deskriptif: susunan angka yang memberikan gambaran tentang data yang disajikan dalam titik-titik tabel, diagram, histogram, ukuran penempatan (median, kuartil, desil), ukuran gejala pusat (rata-rata hitung, rata-rata ukur, modus), simpangan baku, korelasi dan regresi linier.

Simpangan baku: suatu nilai yang menunjukkan tingkat variasi suatu kelompok data.

Sampel: sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik tertentu yang disebut teknik sampling.

Skala: ukuran ordinal yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat mengurutkan responden dalam ukuran yang lebih tepat menurut variabel tertentu.

Teori: suatu prinsip umum yang dirumuskan untuk menerangkan sekolompok gejala-gejala yang berkaitan.

Valid: jitu, sah, absah, sahih dan benar.

Jenis data:
1. dikotomi: data diskrit, data kategori atau data nominal.
- data dikelompokkan menurut kategori dan diberi angka, angka hanya tabel belaka, bukan menunjukkan tingkatan.
- Sifat: eksklusif, tidak mempunyai urutan, tidak mempunyai ukuran, tidak mempunyai nol mutlak.
2. Kontinum:
a. data ordinat atau tingkatan: data yang diurutkan dari jenjang yang paling rendah sampai ke jenjang yang tertinggi, atau sebaliknya tergantung peringkat selera pengukuran yang subjektif terhadap proyek tertentu.
Contoh: golongan gaji, pangkat, pendidikan, status sosial. Sifat ekslusif, mempunyai urutan, tidak mempunyai ukuran dan nol mutlak.
b. data interval: sifatnya eksklusif, mempunyai urutan, dan mempunyai nol mutlak.
c. data rasio: perbandingan contoh berat badan, tinggi badan, panjang, jarak. Sifatnya: eksklusif, mempunyai urutan dan ukuran dan mempunyai nol mutlak.

Teknik penyajian data:
- Diagram pencar: sangat cocok untuk menyajikan data yang terdiri atas dua variabel. Diagram yang dibuat dalam sistem ordinat ini berfungsi pula untuk menentukan apakah suatu data linier.
- Tabel distribusi frekuensi: sangat cocok untuk menyajikan data dalam beberapa kelompok.
- Histogram: adalah penyajian data distribusi frekuensi yang diubah menjadi diagram batang.

Alasan menggunakan agket/kuesioner:
1. karena lokasi penelitian ada pada beberapa tempat (angket langsung dikasih dan disebarkan)
2. waktunya lebih efektif
3. dapat dibagikan secara serentak
4. responden bebas menjawab dan tidak malu-malu
5. peneliti tidak perlu hadir pada saat responden mengisi jawaban

Instrumen yang baik, yaitu:
1. valid
2. reliabel
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa-apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Untuk validitas: korelasi product moment oleh pearson.
Reliablitas adalah sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.
1. Reliabilitas internal: diperoleh dengan cara menganalisis data dari satu kali hasil pengetasan.
2. Reliabilitas eksternal: dengan teknik paralel dan teknik ulang.
Rumus reliabilitas dengan rumus alpha r ii = [k/(k-1)]-[ab2/t2]
Keterangan: k = banyaknya soal
ab2 = jumlah varian butir
t2 = varian total

Penelitian korelasional adalah untuk mengetahui atau menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila ada, berapa eratnya hubungan serta berarti atai tidaknya hubungan itu.

Koefesien korelasi adalah suatu alat statistik yang dapat digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran dua variabel yang berbeda agar dapat menentukan tingkat hubungan antara variabel-variabel ini.

Korelasi product moment: digunakan misalnya untuk menentukan hubungan antara 2 gejala interval seperti nilai matematika dan nilai IPS.

Alasan pemilihan metode penelitian tergantung pada maksud dan tujuan.
Penelitian dibedakan dengan tujuan tertentu:
1. Penelitian yang bersifat menjelajah dengan tujuan untuk memperdalam pengetahuan mengenai suatu gejala dengan maksud untuk merumuskan msalahnya secara lebih rinci atau untuk menurunkan hipotesa-hipotesa karena belum ada referensi untuk mereduksi hipotesa.
2. Penelitian yang bersifat deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan gejala-gejala atau hal-hal yang khusus dalam masyarakat.
3. Penelitian yang bersifat menerangkan bertujuan untuk menguji hipotesa tentang hubungan sebab akibat antara berbagai variabel yang diteliti.


Macam-macam metode penelitian:
1. Metode historis
Tujuan: merekonstruks masa lalu secara sistematis dan objektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi dan mengintensiskan bukti-bukti untuk menetapkan fakta-fakta dan mencapai konklusi yang dapat dipertahankan, seringkali dalam hubungan hipotesisi tertentu.
2. Metode deskriptif
Tujuan: melukiskan secara sistematis fakta/karakteristik populasi tertentu/secara faktual/cermat.
3. Metode korelasi
Tujuannya: meneliti sejauh mana variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi pada faktor lain.
Metode korelasional digunakan untuk:
a. mengukur hubungan diantara berbagai variabel.
b. Meramalkan variabel tidak bebas dari pengetahuan kita tentang variabel bebas.
c. Meratakan jalan untuk membuat rancangan penelitian eksperimental.
4. Metode ekperimental
Ditujukan untuk: meneliti hubungan sebab akibat dengan memanipulasikan satu atau lebih variabel dan membandingkan hasilnya dengan kelompok yang tidak mengalami manipulasi.
5. Metode kuasi eksperimental
Data yang diperoleh dari responden berdasarkan fakta yang telah terkumpul sebelumnya.

Ekspose facto: penelitian yang mengendalikan variabel bebas secara langsung telah terjadi/data variabel tersebut tidak dapat dimanipulasikan.
Syarat ekspose facto:
1. Ada dua variabel yang hendak diteliti.
2. Data apa adanya/tidak dimanipulasi.
3. Tidak menuntut subjek penelitian terlalu banyak.
4. Data yang diperoleh sudah terjadi.
5. Untuk mencari hubungan/korelasi.
6. Karena ilmu sosial sulit untuk membuat kontrol.

Variabel X: variabel yang mempengaruhi suatu variabel penyebab (variabel bebas).
Variabel Y: variabel akibat atau terikat/variabel tergantung/dependent variable.

Indikator ialah memecah-mecah variabel menjadi sub variabel (kategorisasi) yaitu memecah variabel menjadi ketegori-kategori data yang harus dikumpulkan oleh peneliti.

Sumber data: subjek darimana data dapat diperoleh (subjek penelitian), apabila kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya maka sumber data disebut responden.

Responden: orang yang menjawab atau merespon pertanyaan peneliti baik lisan maupun tulisan. Ada tiga jenis penelitian sehubungan dengan sumber wilayah data yang dijadikan subjek penelitian:
1. Penelitian populasi atau sensus yaitu keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua element yang ada dalam wilayah penelitian oleh karena subjeknya meliputi semua data yang terdapat dalam populasi maka juga disebut sensus.
2. Penelitian sampel yaitu apabila kita akan meneliti sebagian dari populasi maka penelitian disebut penelitian sampel. Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti untuk digeneralisasikan yaitu untuk mengangkat kesimpulan penelitian sebagai sesuatu yang berlaku bagi populasi.
3. Penelitian kasus yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci, dan mendalam terhadap suatu organisme, lembaga atau gejala tertentu. Ditinjau dari wilayahnya mka hanya meliputi daerah atau subjek yang sangat sempit.

Angket/kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui.

Instrumennya: angket atau kuesioner.
Kuesioner tertutup: sudah disediakan jawaban sehingga responden tinggal memilih.
Kuesioner terbuka: memberi kesempatan kepada responden dengan kalimat sendiri.

Validitas konstruk: valid yang mengukur sikap dan bertitik tolak pada definisi konseptual yang sama tidak akan menghasilkan realibilitas yang menyesatkan.
Keuntungannya cocok untuk variabel dengan sikap.

Alpha crounbach: dipakai karena: data yang dipakai skala likert sehingga skornya bukan satu dan nol, data yang dipakai diperlukan sudah ada yaitu mencari varians butir sudah didapat dari perhitungan reliabilitas sebelumnya. Kelemahannya tidak mampu menghasilkan data yang proporsional. Desain dengan konstelasi tidak ada bedanya hanya kecenderungan penggunaan karena sama-sama mencari arah hubungan itu menurut Prof. Drs. Sutrisno Hadi hal. 89-90 buku Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian.

Variabel ialah gejala yang bervariasi atau objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian misalnya jenis kelamin dan jenis penyakit.
Variabel kuantitatif misalnya kemakmuran, kepandaian.
Kuantitatif:

Variabel diskrit adalah variabel nominal atau variabel kategorik karena hanya dapat dikategorikan atas dua kutub yang berlawanan atau tidak wanita dan juga no telepon angkanya dinyatakan sebagai frekuensi.

Variabel kontinum adalah dipisahkan menjadi tiga variabel kecil:
1. variabel ordinal: variabel yang menunjukkan tingkatan-tingkatan. Misalnya: panjang, kurang panjang, pendek.
2. Variabel interval: variabel yang mempunyai jarak dibanding variabel lain (jaraknya sudah diketahui).
3. Variabel rasio: variabel perbandingan misalnya: berat Ani 46 Kg sedangkan……..

Data adalah menurut SK menteri P&K No. 0256/U/1977 tanggal 11 Juli 1977 adalah segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi.

Informasi adalah hasil pengolahan data yang dipakai untuk suatu keperluan.

Entiti adalah aspek-aspek atau faktor yang ikut mewujudkan dan berada disekitar serta ikut mem[pengaruhi masalah yang hendak diteliti.

Uji normalitas data digunakan untuk menguji apakah data kontinyu berdistribusi normal sehingga analisis dengan uji-t

Korelasi dan regresi dapat dilaksanakan (Husaini Usman)
Analisis regresi adalah dipakai apabila kita ingin meramalkan pengaruh sebuah variabel prediktor dengan variabel kriterium atau ingin membuktikan bahwa terdapat atau tidak hubungan fungsional adalah antara variabel bebas dengan varabel terikat.

Persamaan regresi yang telah ditemukan perlu diuji signifikasi dan linieritasnya.

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengukur pada waktu peneliti menggunakan suatu metode.

Definisi konseptual adalah proses pembentukkan pengertian dari pengamatan dan pengetahuan dan pemikiran bebas yang menyangkut seperangkat hal-hal yang kurang lebih sama atau telah berubah.

Definisi operasional adalah seperangkat petunjuk terhadap apa yangd diamati dan bagaimana mengukur suatu variabel.
Kriteria F hitung > F tabel (Husaini Usman) ditemukan oleh RA Fisher berguna untuk pengujian homogenitas data signifikansi korelasi linieritas data.

Uji linieritas regresi adalah bagaimana bentuk hubungan antara variabel yang dihubungkan.

Normal adalah pendekatan dari peristiwa atau kejadian mendekati normal.
Suatu kejadian dilihat normal apabila kejadian itu menghasilkan angka-angka atau nilai yang bisa diukur dan setelah dibuat tabel frekunsi menunjukkan nilai-nilai besar sekali atau kecil jumlahnya tidak banyak.

Implikasi adalah konsekuensi yang terpenting dihasilkan penyelidikan dengan rekomendasi untuk aktivitas dimasa datang dalam hubungan dengan hasil penelitian.

Simpangan baku adalah ukuran penyebaran berdasarkan rata-rata dilihat dengan menarik akar kuadrat dari rata-rata simpangan baku.

Garis regresi adalah garis lurus pada diagram pencar untuk mengetahui hubungan antara variabel X dan Y.

Regresi untuk meramalkan hubungan sesuatu variabel X dengan variabel Y yang telah diketahui.

Koefisien korelasi adalah untuk menyatakan keeratan hubungan antara variabel X dan Y yang telah diketahui.

Koefisien determinasi menyatakan besarnya sumbangan variabel satu terhadap yang lain yang dinyatakan dalam persen, dengan demikian maka r2 disebut koefisien determinasi atau koefisien penentu. Hal ini disebabkan r2 x 100% dalam variabel terikat (Y) ditentukan oleh variabel X.

xy product moment (Husaini Usman) digunakan untuk menyatakan ada tidaknya hubungan yang signifikan antara variabel satu dengan yang lain.
Korelasi product moment adalah mendasarkan diri pada asumsi bahwa datanya diperoleh dari populasi normal dan asosiasinya bersifat linier (segaris/seurutan) untuk mencari hubungan antara dua gejala interval.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar