Rabu, 28 April 2010

SEJARAH, MANFAAT DAN BUDIDAYA BUAH AT TIIN



I. Sejarah At Tiin

Sungguh sebuah ketakjuban yang luar biasa apabila mendengar dan melihat buah Tiin atau buah Ara ini, hal tersebut karena dia adalah sejenis tumbuhan yang tercantum dalam 3 kitab yakni Al Quran, Taurat dan Injil. Pasti ada sesuatu yang misteri dan mungkin agung sehingga ia tercipta dan tersabda untuk mengiringi perjalanan wahyu Illahi dalam 3 kenabian hamba yang di Cintai-Nya, ataupun mungkin bahkan sangat bertepatan sekali sehingga buah Tiin (pohon kehidupan) ini di sebut dalam 3 kitab di karenakan melimpahnya manfaat dan khasiat dari buah yang berbentuk dasar bulat ini. Kononnya dia di sebut sebagai pohon kehidupan karena dia mampu hidup subur dan berbuah lebat di tengah terik dan panasnya alam padang pasir di kala tidak ada tanaman lain pun selain pohon buah Ara ini.
Buah Tin adalah buah yang tertera di Surat AT-TIIN, Surat 95: 8 ayat. Dalam ayat yang pertama; “Demi buah tin, demi buah zaitun.” (ayat 1). Negara Jiran Malaysia dalam kamus bahasa Melayu memanggilnya Buah Ara. Buah Ara tertera dalam 7 ayat berbeda di dalam Alkitab, mulai dari Kitab kejadian sampai Wahyu.
Dalam Kej 3:7 diceritakan Adam dan Hawa mengambil daun Ara untuk disemat menjadi cawat saat mereka telah memakan buah terlarang. Banyak orang Indonesia yang mungkin sudah makan buah ini tapi karena di luar negeri kita mengenalnya dengan nama Fig/Figue/Feige/Higo/figu/Figo/Fico atau nama-nama lain yg saya sebutkan di atas sehingga kita tidak tahu bahwa itulah buah yang sudah kita kenal di kitab suci.
Dalam satu riwayat ketika Abu dharda memberikan hadiah satu wadah buah Tiin kepada Rasulullah maka beliau bersabda: “Jika aku katakan ada buah yang diturunkan dari surga, maka aku pastikan buah Tiin-lah yang dimaksud, karena sesungguhnya buah surga itu mempunyai ciri tanpa biji, Maka makanlah karena ia bisa menyembuhkan wasir dan encok”. Dalam al Qur’an buah Tiin disebut dalam satu ayat pertama surat ke 95 yang berbunyi: ”Wattiini wa Zaituun” yang artinya “Demi buah Tiin dan buah Zaituun”.
Menurut beberapa tafsir, penyebutan buah Tiin dalam ayat itu adalah untuk menunjukkan suatu tempat, yaitu Palestina. Sedangkan ada juga yang menafsirkan penunjukan tempat itu adalah Damaskus (Syria).
Buah Tiin termasuk tumbuhan yang dikenal lama bangsa arab walaupun tumbuhan itu tidak tumbuh di Negara arab, bahkan konon tabib dan filosofi Yunani terkenal Socrates sejak 4000 tahun yang lalu, menyebut buah Tiin sebagai buah obat. Bahkan buah ini terkenal didalam 3 kitab suci lainnya dengan nama “buah ara”
Manfaat buah Tiin menurut ahli ahli Islam, seperti Ibnu Sina adalah: “untuk menurunkan demam, menguatkan rahim ibu”, sedangkan menurut Ibnu Qoyim adalah; “menghilangkan batu ginjal, menghilangkan racun, radang tenggorokan, memperbaiki fungsi lever dan limpa.

II. Manfaat Buah At Tiin

Prof Dr abdul Basith as-sayyid dalam bukunya menuliskan manfaat buah Tiin:
1. Obat sembelit, caranya seduh 3 sampai 4 butir buah tiin kering dengan air dingin lalu diminum sore hari,
2. Obat lambung, irislah 6-7 buah Tiin campur dengan irisan jeruk nipis rendamlah dalam minyak zaitun esoknya potongan buah Tiin itu di makan,
3. Obat luka dan Bisul, didihkan buah Tiin dalam wadah berisi susu setelah dingin balutkan pada yang luka,
4. Obat haid tidak teratur, didihkan beberapa lembar daunnya, minum setelah dingin, juga bisa dipakai sebagai obat batuk, radang tenggorokan dan obat kumur,
5. Obat pelancar asi, rendam buah Tiin kering beberapa jam lalu minum
Sedangkan di era moderen menurut: Departemen Pertanian amerika, George Washington University dan Institute of physical and chemical Research Tokyo dan Institute kefahaman Islam Malaysia didapatkan bahwa:
1. Buah Tiin mengandung berbagai kandungan nutrisi, vitamin A, C, kalsium, glukosa, magnesium protein dan juga karbohidrat.
2. Zat-zat aktifnya ialah dapat merangsang pembentukan darah bagi penderita anemia.
3. Buah Tiin juga mengandung benzol dehyde terbukti sangat efektis untuk menghambat pertumbuhan tumor.
4. Buah Tiin ini biasanya banyak di tanam di pesantren-pesantren di jawa timur terutama di Pondok Pesantren Lirboyo kediri, yang pernah mendatangkannya langsung bibitnya dari Yordania 10 tahun yang lalu.
Buah Fig yang sekeluarga dengan beringin ini ada banyak jenis, buahnya bisa warna hitam, kuning, abu-abu maupun hijau. Rasanya seperti apa? Enak gak? Makannya gimana? Waktu pertama kali makan tidak begitu suka, tapi sekarang ada berapa kilo juga bisa abis sendiri. Buah ini mungkin termasuk buah yang you just love it or hate it. Rasanya manis, lembut di mulut, bisa dimakan dengan kulitnya tapi tinggalkan pangkalnya yang biasa berupa takai kecil. Buah Ara/Tiin bisa dijadikan selai (hm enak bangets), di santap dengan foie gras (yang ini apalagi mak nyuus!) atau juga di santap sebagai buah kering. Sewaktu habis melahirkan aku banyak konsumsi fig kering untuk suply zat besi/fer yang banyak hilang saat melahirkan. Dari pada minum obat suplemen zat besi yang biasanya berakibat konstipasi (adoww tersiksa banget kan konstipasi sehabis melahirkan itu, pernah ngerasain gak?), lebih baik konsumsi buah tin kering karena gak ada efek konstipasi malah poep jadi lancar-car.

1. Peluruh racun dalam tubuh sekaligus antioksidan. Berdasarkan penelitian California Fig Nutritional Information, buah tiin mengandung serat (dietary fiber) yang sangat tinggi. Setiap 100 gr buah tiin kering terkandung 12.2 g serat sedangkan epal hanya mengandung 2.0g dan limau 1.9g. Para Pakar kesehatan sangat menganjurkan untuk makan buah tiin secara teratur. Selain dapat membantu membersihkan racun di dalam tubuh, serat terkandung juga mampu mencegah barah kolon dan penyakit degeneratif lainnya.Hasil Riset Universitas Rutgers di New Jersey lain lagi. Penelitian Rutgers membuktikan kalau buah tiin mengandung antioksidan yang dapat mengikat senyawa karsinogen penyebab barah.
2. Pencegah koronari jantung. Tiin juga mengandung asik lemak tak tepu yang diperlukan bagi kesehatan, diantaranya omega-3 dan omega-6. lemak ini terbukti berperanan dalam pencegahan penyakit jantung koronari.
3. Meski rasanya manis tidak menyebabkan Diabetes. Rasa manis buah Tiin ini, ternyata mempunyai kelebihan tersendiri, buah tiin rendah lemak, rendah sodium, rendah kalori dan bebas kolesterol sehingga sangat sesuai makan para penderita diabetes mellitus.
4. Menjaga kesegaran dan awet. Multi vitamin dan mineral yang berguna terkandung di dalamnya. Setiap 100g buah tiin mengandung vitamin A sebanyak 9.76 IU, vitamin C, 0.68 mg, kalsium, 133.0 mg dan zat besi, 3.07mg. Vitamin dan mineral ini sangat diperlukan tubuh untuk menjaga dan memelihara kesehatan organ tubuh kita. Sungguh “si mungil” yang kaya manfaat.
Kandungan vitamin buah tin tak kalah hebatnya dengan apel dan jeruk. Disebutkan penelitian California Figs Nutritional Information, buah tin mengandung serat (dietary fiber) yang sangat tinggi. Setiap 100 gr buah tin kering terkandung 12,2 g serat sedangkan apel hanya mengandung 2 g dan jeruk 1,9 g. Mengkonsumsi buah Ara secara teratur, menurut para pakar kesehatan, dapat membantu membersihkan racun di dalam tubuh, mencegah kanker kolon dan penyakit degeneratif lainnya.
Selain mengandung antioksidan -benzaldehyde- yang dapat mengikat senyawa karsinogen penyebab kanker, Fig juga mengandung asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan bagi kesehatan, di antaranya omega-3 dan omega-6. Buah Fig rendah lemak, rendah sodium, rendah kalori dan bebas kolesterol sehingga sangat cocok dikonsumsi para penderita diabetes mellitus. Beragam vitamin dan mineral bermanfaat terkandung di dalamnya. Setiap 100 g buah tiin mengandung vitamin A sebanyak 9.76 IU, vitamin C, 0.68 mg, kalsium, 133.0 mg dan zat besi, 3.07 mg. Kandungan nutrisi buah Tiin atau Ara ini bisa mengurangi kolesterol jahat, menguatkan jantung dan menormalkan pernafasan bagi penderita sesak nafas.
1. Anti-oksidan tinggi, membantu menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh
2. Serat alami tinggi, mengikat zat penyebab kanker, terutama kanker saluran pencernaan
3. Vitamin C tinggi
4. Kalsium tinggi
5. Dimakan segar enak, manis dan juicy
6. Bisa diolah (kering / selai)

III. Budidaya Buah At Tiin

Untuk merangsang keluar buah, berikut salah satu caranya:
1. Pangkas ranting-ranting yang ada,
2. Lakukan pemupukan dengan pupuk kandang / kompos (kira-kira 10 kg),
3. Siram dengan air (kalo ada air bekas cucian beras),
4. Lakukan secara terus menerus dan sabar, tunas baru akan muncul bersamaan dengan keluarnya buah.
5. Yang jelas, gampang perawatannya, bisa dijadikan tabulampot, dan bisa berbuah sepanjang waktu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar